telkom-lomba-ok-1-410-1147

Email dari customer care Telkom Indonesia. (Screenshot foto: Dokpri)

“Ayaaahhhh, telepon rumah kita ‘kok enggak ada suaranya. Aku enggak bisa nelepon niiih ..,” heboh Dida, putri bungsuku.

Gimana dong, Ayah? Aku ‘kan mau bahas PR Matematika sama Tante Dien,” kembali Dida berseru kepadaku seraya terlihat jemarinya terus mencoba menekan-nekan saklar telepon.

Oh ya, Tante Dien adalah adikku. Ia guru SMA. Dida biasa bertanya soal pelajaran sekolah kepadanya.

Ya sudah, coba ‘Dek kamu telepon saja pakai handphone Ayah yang warnanya putih. Kartunya ‘kan Telkomsel kartuHalo juga, sama dengan kartunya Tante Dien,” jawabku memberi solusi.

Tak lama kemudian ku lihat Dida sudah sibuk mencatat. Ia tampak mendiskusikan rumus Matematika bersama tantenya di ujung telepon. Tangan kirinya memegang handphone, sementara tangan kanannya sibuk menulis.

Dalam hati aku bergumam, untunglah dari dulu aku dan adikku punya kartu handphone yang sama. Pilihan kami yakni kartuHalo dari Telkomsel karena memang sudah teruji di lapangan berikut fakta keandalannya.

Untuk istri dan kedua anakku, hal yang sama berlaku juga. Kami pengguna kartuHalo. Khusus untuk istriku—yang notabene pekerja di sektor minyak dan gas (oil and gas)—, ia seringkali harus bolak-balik lapangan, persisnya ke sebuah pulau di dekat Pulau Madura untuk keperluan dinas. Komunikasi dengan istriku selama menggunakan kartuHalo tak pernah alami kendala. Kapan saja. istriku tetap bisa dikontak, sekalipun sedang berada di pulau kecil yang kaya gas bumi itu. Komunikasi tak pernah putus. Rekatan hubungan keluarga semakin kuat. Terbukti benar apa kata tagline-nya, ‘Telkomsel, Telepon Selular yang Menyatukan Bangsa’.

Sambil memperhatikan Dida mengerjakan tugas Matematikanya, aku memeriksa telepon rumah. Benar, tiada suara sama sekali. Kabelnya? Aku mengurutkan dari jaringan luar rumah yang tiangnya persis ada di seberang rumah. Aaahhh … tiada yang putus.

Solusi terbaik, pikirku, menelepon layanan gangguan Telkom 147. Aku pun coba menghubungi dengan segera. Semoga di jam sibuk, hampir tengah hari seperti ini, petugas layanam 147 cepat memberi respon, benakku.

Melalui handphone ku satu lagi yang menggunakan Telkomsel simPATI, aku menyentuh angka pada touchscreen: 1 – 4 – 7. Wow, rupanya langsung terhubung dengan petugas. Cepat sekali!

Setelah menanyakan identitas dan pertanyaan standar lainnya, akhirnya ku sampaikan adanya gangguan pada telepon rumahku dengan nomor, 02174***23. Petugasnya bersuara lembut. Ramah, santun dan sabar. Tapi terkesan petugas ini cekatan. Aku senang dengan penerimaan layanan ini. Keluhanku ditanggapi dan sudah tentu aku diberikan memperoleh nomor resgistrasi untuk layanan gangguan. Nomornya: IN884**73.

Setelah merasa cukup mengadukan telepon rumah yang mati. Pembicaraan pun aku akhiri dengan ucapan terima kasih dan menunggu layanan petugas atau teknisi lapangan Telkom untuk lakukan pengecekan sekaligus perbaikan.

telkom-lomba-ok-2-410-1205

Email kedua dari Customer Care Telkom Indonesia. (Screenshot foto: Dokpri)

Usai melapor ke Telkom 147, aku segera berangkat ke tempat beraktivitas. Tempatku beraktivitas enggak jauh dari rumah, paling-paling cuma butuh 10 menit dengan naik sepeda motor. Kebetulan siang itu pekerjaan agak padat. Ada buku yang harus segera terbit alias kejar deadline. Seperti biasa, usai tiba di tempat beraktivitas, aku mengecek sambungan WiFi di handphone. Welldone! Semua terhubung dengan sinyal yang mentok sampai ke seluruh strip menyala. Oh ya, di tempatku beraktivitas, menggunakan layanan Telkom IndiHome.

Lagi-lagi, ini pilihan kami loch. IndiHome adalah produk internet broadband dari Telkom. Sssssttttt … aku bisikin ya, di bulan September kemarin, IndiHome berhasil meraih penghargaan Indonesia Best Brand Award 2016 yang diselenggarakan SWA, MetroTV dan lembaga riset MARS untuk kategori internet broadband. Raihan prestasi kinclong IndiHome banyak deh, mulai dari brand value, top of mind advertising, top of mind brand, brand share dan tingkat kepuasan konsumen yang mencapai 84.8 dari 100.

Berlangganan Telkom IndiHome Fiber, buat aku dan teman-teman sekantor seperti menikmati layanan tanpa batas. Ini layanan Triple Play dari Telkom, mulai dari High Speed Internet, Usee TV dan Telepon Rumah. Ya, karena menggunakan akses FIBER optik dari Telkom Indonesia, maka internet yang kami nikmati benar-benar cepat, stabil, handal dan canggih. Kalau boleh ditambahkan lagi keunggulannya, aku sih lebih suka menyebut, tiada lawan. Hahahahaaaciyus!

Pokoknya, IndiHome menjadikan usaha kecil kami menjadi digital minded. Aku dan kawan-kawan sekantor menikmati benar layanan internet broadband ini karena dapat selalu uptodate alias tidak ketinggalan informasi maupun hiburan terkini. Berselancar di dunia maya dan menembus rimba online, maupun menyaksikan tayangan berita-berita, informasi dan entertainment nasional dan mancanegara menjadi tiada sulit. Pun, tiada berbatas.

Selagi asyik bekerja, tiba-tiba notifikasi handphone ku berbunyi. Ting tong! Pertanda ada surat elektronik masuk. Aku sigap membukanya. Ternyata pengirimnya adalah 147@telkom.co.id. Aaiihhh … apa pula ini, pikirku. Bukankah baru sekitar 20 menit yang lalu, jelang siang tadi di rumah aku melapor gangguan telepon rumah via Telkom 147, email apaan sih?

Sedikit penasaran aku membuka dan membacanya. Ternyata, isinya surat resmi berlogo Telkom Indonesia dengan subyek mengenai Informasi Laporan Gangguan Telepon yang tadi di rumah aku sampaikan melalui layanan Telkom 147. Wah, pastilah aku sangat surprise menerima email masuk ini. Alasannya? Belum pernah aku merasakan menerima jawaban dari petugas customer care intansi mana pun yang begitu peduli dengan layanan pelanggan seperti ini. Keluhan didata, lalu dilaporkan balik melalui email dengan begitu cepat. Bayangkan, aku melapor pada 11:29 wib. Kemudian langsung menerima email tentang informasi laporan gangguan telepon pada 11:47 wib. Bukankah ini sebuah manajemen kerja Telkom Indonesia yang luar biasa? Aku bukan bermaksud menyampaikan pujian terlampau berlebihan, tapi ini merupakan sebuah bukti betapa upaya manajemen dalam menghargai dan melayani pelanggan patut diapresiasi bahkan diberi hadiah dua jempol, two thumbs up!

Layanan pelanggan secara digital menggunakan surel ini menebalkan benang merah bahwa bersama Telkom, aku dan kita semua sudah semakin digital. Faktanya, laporan gangguan telepon aku sampaikan melalui percakapan telepon selular, di-record dalam database Telkom untuk kemudian pelanggan mendapat nomor registrasi secara real time. Masih belum cukup, customer care dari Telkom Care-nya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk juga mengirimkan informasi kepada pelanggan melalui teknologi surat elektronik. Sungguh, kerja nyata yang komprehensif dan digitalized dalam memparipurnakan layanan bagi pelanggan.

Okelah, sesudah jam 11:47 wib aku menerima email masuk dari 147@telkom.co.id dan membaca isinya, kemudian pekerjaan aku lanjutkan kembali. Aktivitas kantor pun berjalan seperti biasa. Kecuali, yang tidak seperti biasanya adalah aku menerima kiriman email lagi dari 147@telkom.co.id yang isinya memberitahukan bahwa proses perbaikan gangguan telepon sedang dilakukan oleh teknisi Telkom. Email ini masuk pada 12:05 wib dan bertajuk Informasi Progress Penanganan Gangguan Telepon. Sungguh, rentetan surel ini memberi runutan kronologis pekerjaan melayani keluhan pelanggan yang sangat apik, transparan, online and digitalized.

Hingga akhirnya pada jam 15:00 wib aku menyempatkan diri untuk pulang kembali ke rumah untuk mengambil sesuatu catatan berkas yang tertinggal. Tak dinyana, ketika berada di rumah, petugas lapangan Telkom yang mengenakan kemeja putih lengan pendek yang diantaranya tertempel logo IndiHome datang ke rumah.

Sesudah memperkenalkan diri dan menanyakan perihal laporan gangguan telepon rumah, aku pun mempersilakan petugas untuk masuk ke dalam rumah, dan melakukan serangkaian pemeriksaan. Mulai dari pengecekan piranti telepon, line atau jalur telepon dalam rumah, hingga line outdoor.

“Semua nampaknya bagus, Pak. Tidak ada gangguan dari area rumah,” kata sang petugas Telkom seraya memegang peralatan mirip remote yang mampu mendeteksi kondisi ketidaknormalan sambungan telepon.

“Syukurlah, Pak, kalau gangguannya bukan berasal dari line indoor,” jawabku lega.

Tak berapa lama, petugas tadi melakukan pengecekan pada line telepon di luar rumah lebih jauh lagi. Dari satu tiang telepon ke tiang berikutnya. Masih menggunakan alat mirip remote tadi. Sampai akhirnya, aku tak melihat lagi petugasnya karena berbelok ke gang lain tapi masih tetap di dekat rumah.

Hanya dalam tempo singkat sang petugas kembali ke rumah. Memeriksa kembali piranti telepon rumah ku.

“Kerusakannya terjadi agak jauh di sebelah sana, Pak. Agak jauh dari tiang listrik di sini. Nah, sekarang sudah normal kembali. Silakan Bapak ikut cek juga,” ujar petugas sambil mempersilakan aku mengecek bunyi di gagang telepon.

“Syukurlah sudah normal lagi nih, Pak,” tukasku seraya tak lupa menyatakan rasa terima kasih.

Usai menuntaskan pekerjaannya, sang petugas mohon pamit.

telkom-lomba-ok-3-410-1557

Email pada jam 15:57 wib yang mengabarkan perbaikan gangguan telepon rumah sudah diselesaikan secara baik. (Screenshot foto: Dokpri)

Selang beberapa saat sesudah petugas pergi, handphone ku berbunyi. Ada notifikasi masuk. Ting tong! Aku membukanya dan … surpriseeeeeeee! Kaget ku setengah mati. Rupanya ada email masuk pada jam 15:57 wib, lagi-lagi dari pengirim yang sama yaitu 147@telkom.co.id. Isinya tentang Informasi Progress Penanganan Gangguan Telepon. Intinya berpesan bahwa pada 15:53 wib gangguan telepon di rumahku sudah dapat dilakukan perbaikan.

Benar-benar salut!

Tak sadar aku bergumam, Telkom membuat #IndonesiaMakinDigital. Betapa tidak? Pada 15.53 wib petugas atau teknisi di lapangan mengirimkan laporan penyelesaian perbaikan gangguan secara online, untuk kemudian pihak customer care Telkom meneruskan informasi ini kepada pelanggan, hanya dalam hitungan menit. Yakni, pada 15:57 wib, aku sudah menerima laporan perbaikan gangguan telepon tersebut.

Rasanya sepanjang hari ini aku benar-benar dibuat terpana dengan betapa gesitnya Telkom Care melayani pelanggan. Benar-benar memuaskan. Terus-terang, meneladani cara kerja customer care Telkom bekerja secara padu padan dengan teknisi di lapangan, membuat aku terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Apalagi, main business usaha kecil-kecilan aku dan beberapa rekan kerja adalah terkait produk dan jasa.

Kiranya, layanan komprehensif customer care seperti yang dipertunjukkan Telkom Indonesia sepanjang hari ini menjadi bukti nyata bahwa #IndonesiaMakinDigital dan mari kita manfaatkan teknologi digital, utamanya yang ditawarkan Telkom, untuk membantu kelancaran bisnis dan perkembangan usaha kita.

Menjadi Blogger Digital Mobile

Di bagian atas, sudah aku sebutkan bagaimana Telkomsel kartuHalo dan Telkomsel simPATI membantu “merekatkan” komunikasi antar keluarga kami. Selain itu, kedua kartu akses telekomunikasi ini sudah banyak berjasa dengan memudahkan kerja aku sebagai blogger dan vlogger (pelaku video blogging).

Lagipula yak, aku kasih tahu aja nih. Untuk pelanggan pascabayar, paket internet Telkomsel Flash kartuHalo misalnya, tersedia kok paket harian, mingguan juga bulanan. Baik kuota maupun tarifnya bisa dipilih sesuai isi kantong.

Ketika menghadiri liputan di lapangan yang menembus belantara hutan beton di Jakarta, maupun ke berbagai pelosok daerah, aku tak pernah kesulitan sinyal komunikasi. Alhasil, pekerjaan selalu lancar karena setiap pengiriman naskah dan foto untuk diunggah melalui blog maupun vlog, tidak pernah alami kendala berarti.

Bahkan dalam hal kecepatan pengiriman data, aku pernah merasa terbantu sekali manakala mengikuti meliput event yang diantaranya ada lomba live tweet. Cuitan melalui social media Twitter, maupun unggahan status Facebook dan upload foto melalui akun Instagram dengan tagar tertentu, yang biasanya menjadi kewajiban kami para peserta, begitu mudah aku selesaikan. Sampai suatu ketika aku beruntung karena bisa memenangkan lomba live tweet tersebut.

ok-telkom

Produk Telkomsel kartuHalo dan Telkomsel simPATI. (Foto: Dokpri)

Tak hanya itu, sebagai blogger dan vlogger, karya-karya kreatif ala citizen journalism tentu harus segera diunggah apabila sudah selesai peliputan atau reportase di lapangan. Selama ini, aku tak pernah kehabisan cara untuk mengunggah karya blog dan vlog, karena lagi-lagi terbantu dengan koneksi data dan internet melalui dua akses kartu telekomunikasi selular kartuHalo dan simPATI.

Sungguh, tak bisa dipungkiri, aku merasa betapa #IndonesiaMakinDigital berkat aneka produk layanan Telkom. Begitu juga, dengan hidupku.

Iklan