KIRI. Trophy Best in Citizen Journalism 2015 dari Kompasiana. KANAN. Trophy Nominee MHT Award 2015 dari PWI DKI Jakarta. (Foto: Gapey Sandy)

KIRI. Trophy Best in Citizen Journalism 2015 dari Kompasiana. KANAN. Trophy Nominee MHT Award 2015 dari PWI DKI Jakarta. (Foto: Gapey Sandy)

Menapaki hari-hari perdana Tahun Baru 2016. Banyak harapan tersemat. Tidak muluk-muluk, hanya berusaha agar lembaran demi lembaran almanak tahun ini dapat lebih baik dari Tahun 2015. Bukankah seperti yang sudah sama-sama kita pahami, bahwa mereka yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Pasti dong, kamu juga mau termasuk menjadi orang-orang yang beruntung itu.

Lantas apa kuncinya? Ya, sederhana. Ikhtiar dan doa. Itu saja. Ikhtiar untuk kerja dan bekerja secara maksimal, segenap isi hati, dan ikhlas dilakoni, serta ditutup dengan doa. Doa apa saja yang baik-baik agar segala ikhtiar dapat diberkahi, diridhoi Allah SWT. Untuk hal yang serius ini saya suka dengan kata-kata yang ditemui di dunia maya. Entah siapa yang buat, tapi tulisannya begini: ‘Doa tanpa usaha itu sama dengan KOSONG’. Sebaliknya, ‘Usaha tanpa doa itu adalah SONGONG’. Hmmmm … makjlebbb ‘kan!

Memasuki Tahun Baru 2016, banyak orang berlomba memasang target. Ada yang ambisius mengejar materi, meskipun bukan memperoleh emas yang nangkring di atas Tugu Monas. Ada yang standar-standar saja, menjalani hidup dan masa mengalir seperti air. Eeeeaaaaa … tak selamanya ‘loh air itu mengalir bro’ – sis’, heheheheee. Yang paling bagus, tentu resolusi 2016 ala Mark Zuckerberg. Apa itu? Empunya aplikasi media sosial Facebook kelahiran 14 Mei 1984 ini punya resolusi untuk bisa sepanjang tahun 2016 ini, menghabiskan membaca satu buku setiap satu minggu. Wowwww!!! Resolusi yang semua orang, rasanya harus meneladaninya. Insya Allah.

Urusan membaca buku ini, saya menyelami benar apa yang pernah diucapkan Elizabeth Scott, penulis novel dari Amerika Serikat yang karya-karyanya begitu mendunia, sebut saja Living Dead Girl (2008), Perfect You (2008), Stealing Heaven (2008), dan As I Wake (2011). Elizabeth yang lahir pada Mei 1972 ini mengatakan, “I LOVE BOOKS. I love that moment when you open and sink into it. You can escape from the world, into a story that’s way more interesting than yours will ever be”. Eh, sorry ya, saya takut salah ‘nerjemahinnya. So, terjemahin aja sendiri ya cyiinnn … hahahahaaa

Tahun 2016 ini buat saya masih belum bisa bilang mau ada resolusi apa. Kecuali, akan lebih banyak membaca buku. Itu saja. Toko buku GRAMEDIA pasti akan senang dengan resolusi saya ini. Karena, sudah tentu saya pasti akan lebih sering lagi belanja buku. Hahahahaaaa … ‘tuh GRAMEDIA, udah saya sebut-sebut. Kirimin voucher belanja dong … wakakakakakkk. Ya, kalau enggak, kirimin buku baru secara berkala, sehingga bisa saya resensi di blog dan di KOMPASIANA ini. Iiiihhhhh, kok malah makin nambah mintanya? Hahahaaa#tutupinmukapakebantal

Resolusi lain? Enggak ada! Asli. Saya cuma mau melakukan setiap pekerjaan sebaik-baiknya saja. Maklum, saya juga enggak suka dibebani target, apalagi resolusi 2016 yang kelewat berlebihan, overdosis. No way, thank you! Hidup sudah rumit. Ikhtiar dan doa saja, sudah cukup. Selebihnya pasrahkan pada Ilahi Robbi.

Meskipun, ada juga juga sih keinginan untuk meraih prestasi-prestasi dibidang yang baru. Apa ya misalnya yang baru itu? Hmmmm … mungkin, saya bisa jadi juara Panjat Pinang, juara Lari Marathon 10K, juara Renang di Selat Sunda, juara Menembak, juara Memanah, juara Berkuda, meskipun untuk semua lomba itu, saya adalah juara paling terakhir. Hahahaaaa

Ya sudahlah, saya tidak akan punya resolusi muluk-muluk. Begitu saja sih intinya.

Pada Tahun 2015, saya ‘MENGAWINKAN’ dua trophy penghargaan pada bidang penulisan. Yaitu, trophy dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta sebagai nominee Mohammad Hoesni Tahmrin Award 2015 kategori BLOGGER untuk satu tulisan tentang DKI Jakarta. Penghargaan itu saya terima pada, 27 Agustus 2015.

Di penghujung tahun, tepatnya 13 Desember 2015, Alhamdulillah, saya memperoleh trophy Best ini Citizen Journalism 2015 dari KOMPASIANA. Banyak yang bilang, bonusnya adalah ‘halan-halan’ mengikuti kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 26 – 28 Desember 2015.

Bersyukur. Setidaknya itu kalimat dan tindakan yang harus saya lakukan. Bukankah, siapa saja yang bersyukur, pasti akan ditambah lagi dan terus ditambah lagi nikmat-Nya. Setelah mengawinkan dua trophy dari PWI DKI Jakarta dan KOMPASIANA ini, saya masih belum bisa memasang target apa-apa. Saya sendiri bukan termasuk orang yang ambisius. Malah cenderung nrimo. NRIMO ING PANDUM, MAKARYO ING NYOTO. Apa artinya? Coba tanya ke Mbah Google … heheheheee

Hanya saja saya boleh dong saya berharap, agar pada Tahun 2016 ini, perkawinan dua trophy ini bisa menghasilkan anak keturunan. Entahlah, semua itu rahasia Allah SWT. Anak keturunannya akan seperti apa bentuknya, bagaimana memperolehnya, dan, kapan meraihnya. Saya hanya ingin melakukan segala sesuatu pekerjaan, dengan sebaik-baiknya. Itu saja. Toh, semua akan indah pada waktunya … eeeeaaaaaaa, prikitiuwwww.

Selamat Tahun Baru 2016.

Semoga kebahagiaan dan kesuksesan terus menyertai kita semua.

Salam Paling Manis.

Iklan