OK Juara Resort Development SMLYAC 2015

Para pemenang SMLYAC 2015 kategori Resort Development. (Foto: Sinar Mas Land)

Pengembang properti terkemuka di Asia Tenggara, Sinar Mas Land (SML), mengumumkan sembilan tim pemenang dari tiga kategori berbeda untuk ajang Sinar Mas Land Young Architect Competition (SMLYAC 2015). Kompetisi arsitek berhadiah total Rp 675 juta ini menggandeng kerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan diperuntukkan khusus bagi mahasiswa. Kompetisi yang berlangsung selama Juli – November kemarin, merupakan bentuk apresiasi bakat dan kepedulian SML akan perkembangan para arsitek muda di tanah air.

Sayembara arsitektur berskala nasional ini sudah kedua kalinya diselenggarakan dengan selalu mendulang respon positif dari para mahasiswa arsitektur. Maklum, ajang ini menjadi kesempatan besar bagi calon-calon arsitek terbaik negeri ini untuk menunjukkan potensi emas melalui karya terbaik.

Menurut Ishak Chandra selaku CEO Strategic Development and Services SML, kepedulian terhadap perkembangan potensi generasi muda yang akan memikul masa depan pembangunan bangsa, membuat SML kembali menggelar kompetisi SMLYAC 2015. “Kami sangat senang hal ini direspon positif lewat antusiasme peserta SMLYAC yang mengirimkan karya desain arsitektur terbaik,” tuturnya dalam rilis pers.

Ishak Chandra menambahkan, pihaknya bersyukur dan bangga karena dapat memberikan kesempatan bagi calon-calon arsitek terbaik negeri ini untuk berkarya dan mengembangkan kemampuan secara kreatif. “Semuanya itu demi membangun masa depan negeri yang lebih baik,” tukasnya.

Pada saat penjurian, pada 2 Desember 2015, ke-15 finalis terbaik mempresentasikan karya mereka kepada dewan juri. Juri untuk kategori Residential adalah Sukendro Sukendar dari IAI (Founder Nataneka Architect), Andra Matin (Founder Andra Matin Architect), dan Jefry Budiman praktisi (Founder Grain and Green). Juri pada kategori Commercial yaitu Ardi Jahya, praktisi dari IAI, serta ada Rafael David dari IAI (principal Aboday Architect), juga Sofian Sibarani (praktisi dari AECOM). Sedangkan juri kategori Resort diantaranya adalah Prasetyo Adi (praktisi dari PDW Architect), dan Robert Day (dari WATG).

Pengumuman dan penganugerahan award kepada pemenang berlangsung pada Sabtu, 5 Desember 2015 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Acara kian marak lantaran tampil dua penyanyi muda populer, Tulus dan Andien.

OK Juara Commercial Development SMLYAC 2015

Para pemenang SMLYAC 2015 kategori Commercial Development. (Foto: Sinar Mas Land)

Berikut adalah, sembilan tim pemenang SMLYAC 2015:

Kategori Residential

Pemenang 1: Tim Estevantra Sunandirjaya dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), berhak mendapatkan hadiah uang senilai 100 juta rupiah.

Pemenang 2: Tim Antonius Richard Rusli dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), berhak mendapatkan hadiah uang senilai 75 juta rupiah.

Pemenang 3: Tim Lucky Fachrurozi dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), berhak mendapatkan hadiah uang senilai 50 juta rupiah.

Kategori Commercial

Pemenang 1: Tim Dena Hilmi Fauzi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), berhak mendapatkan hadiah uang senilai 100 juta rupiah.

Pemenang 2: Tim Dian Indah dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), berhak mendapatkan hadiah uang senilai 75 juta rupiah.

Pemenang 3: Tim Azki Muhammad dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), berhak mendapatkan hadiah uang senilai 50 juta rupiah.

Kategori Resort

Pemenang 1: Tim Silvanus Andi Saputra dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), berhak mendapatkan hadiah uang senilai 100 juta rupiah.

Pemenang 2: Tim Gideon Sutanto dari Universitas Pelita Harapan (UPH), berhak mendapatkan hadiah uang senilai 75 juta rupiah.

Pemenang 3: Tim Raynaldo Theodore dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), berhak mendapatkan hadiah uang senilai 50 juta rupiah.

Usai penganugerahan award, Ishak Chandra berpesan, agar kemenangan yang diraih menjadi langkah menuju tahap kesuksesan selanjutnya. “Selamat kepada seluruh pemenang. Semoga sayembara SMLYAC 2015 dapat meningkatkan semangat untuk terus berkarya memajukan industri properti dan arsitektur tanah air. Bagi yang belum berhasil meraih juara, jangan berputus asa dan patah semangat, karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda,” tuturnya menyerukan optimisme.

OK Panitia & juri SMLYAC 2015

Panitia dan dewan juri SMLYAC 2015. (Foto: Sinar Mas Land)

Sekilas Sinar Mas Land

SML merupakan pengembang properti terkemuka di Asia Tenggara. Pengalamannya sudah lebih dari 40 tahun dalam bidang pengembangan properti di Indonesia. SML tercatat di bursa saham Indonesia atas nama PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Pada awal 2011 lalu, BSDE merampungkan proses akuisisi perusahaan terafiliasi yakni PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Teladan dan PT Sinar Mas Wisesa. Akuisisi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja BSDE terutama portofolio pendapatan dan diversifikasi usahanya.

Dengan lebih dari 50 proyek besar yang telah dikembangkan di dalam negeri, dan juga memiliki lebih dari 10.000 ha land bank, SML layak disebut sebagai pengembang properti terbesar dan paling terpecaya di Indonesia. Bukti kesuksesan SML juga diakui dunia dengan mendapatkan berbagai macam penghargaan prestisius berskala internasional, seperti World FIABCI Prix d’excellence Award di Cyprus (2011), World FIABCI Prix Award di Taichung (2013), Asia Pacific Property Award di Kuala Lumpur (2012 & 2013), dan Cityscape Awards For Emerging Market di Dubai (2014).

Memiliki mitra strategis yang kuat seperti Sojitz Japan dan Itochu-Japan, Hongkong Land serta mitra lokal seperti Kompas Gramedia dan Kalbe, SML melalui BSD City Development dikenal pula sebagai pengembang kota mandiri paling berhasil. Juga, menjadi pelopor dalam pengembangan konsep perumahan Klaster/concept-Klastered residential seperti Kota Wisata, Legenda Wisata, Grand Wisata dan lainnya. Tak hanya itu, SML pun jadi pioneer pengembangan proyek inovatif Strata Mall/Trade Center (ITC) di Indonesia. (*)

Iklan