Gerbang utama Perumahan CitraRaya Tangerang megah dan elegan. (Foto: Gapey Sandy)

Gerbang utama CitraRaya Tangerang. (Dokpri)

Baru saja menjejakkan kaki di Perumahan CitraRaya, Tangerang, pandangan saya langsung terpesona menyaksikan gerbang utamanya. Berdesain neo-klasik layaknya bangunan imperium Romawi, gerbang ini menjadi akses bagi 60 ribu kepala keluarga. Bertumpu pada pilar-pilar yang kokoh dan memiliki atap datar, gerbang kian elegan dengan sejumlah patung kuda. Imaji saya langsung terbang ke Leptis Magna, kota paling menonjol masa kekaisaran Romawi.

Begitu memasuki CitraRaya, yang dibangun sejak 1994 di atas lahan pengembangan seluas 2.760 hektar, saya menyusuri Jalan CitraRaya Boulevard. Di sisi kiri, terdapat pusat niaga CitraRaya Square, dan Kantor Pemasaran. Di seberangnya, ada hypermarket Giant.

Gerbang utama CitraRaya Tangerang dari sisi dalam. (Foto: Gapey Sandy)

Gerbang utama dari sisi dalam. (Dokpri)

Patung kuda yang gagah dan elegan di Jalan CitraRaya Boulevard. (Foto: Gapey Sandy)

Patung kuda. (Dokpri)

Memasuki CitraRaya Tangerang segera dijumpai pusat perniagaan CitraRaya Square. (Foto: Gapey Sandy)

Pusat perniagaan CitraRaya Square. (Dokpri)

Hypermarket Giant di dekat bunderan pertama atau di seberang Kantor Pemasaran CitraRaya Tangerang. (Foto: Gapey Sandy)

Hypermarket Giant. (Dokpri)

Bunderan pertama di lokasi ini berhiaskan sejumlah patung seperti danseur dan ballerina, pria dan wanita penari balet. Di seberang bunderan, ada logo Ciffest (CitraRaya Food Festival).

Di seberang Ciffest, ada restoran Kentucky Fried Chicken. Sedangkan di sebelah kanan Kantor Pemasaran, kembali saya jumpai pusat perniagaan, CitraRaya Square 2.

Masih dengan kondisi kamera di tangan dan asyik memperhatikan suasana di sekitar, tiba-tiba melintas bus angkutan umum berwarna kuning dengan tulisan Trans CitraRaya. Inilah bus feeder busway yang melayani publik, terutama penghuni CitraRaya menuju tempat beraktivitas. Bus berhenti pada tempatnya, di terminal khusus Trans CitraRaya. Ada juga taksi Blue Bird yang mangkal di sini.

Bunderan pertama yang berhiaskan patung sepasang penari balet di tengahnya. (Foto: Gapey Sandy)

Patung penari balet. (Dokpri)

Kantor Pemasaran CitraRaya Tangerang senantiasa melayani dengan ramah. (Foto: Gapey Sandy)

Kantor Pemasaran. (Dokpri)

Bus Trans CitraRaya yang memudahkan akses transportasi penghuni perumahan tengah melintas di dekat gerai Kentucky Fried Chicken, dekat bunderan pertama. (Foto: Gapey Sandy)

Bus Trans CitraRaya. (Dokpri)

Salah satu marka penunjuk arah dengan rerimbunan pohon yang sangat menghijau dan asri. (Foto: Gapey Sandy)

Marka penunjuk jalan. (Dokpri)

Hal lain yang juga menjadi perhatian saya adalah logo EcoCulture tepat di ujung Jalan CitraRaya Boulevard.

Apa itu EcoCulture?

Inilah program revitalisasi yang diluncurkan CitraRaya sejak 2011, dan bertujuan membangun budaya cinta lingkungan bagi semua kalangan yang ada di wilayah CitraRaya. Praktiknya, mewujudkan sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang berpedoman pada EcoCulture. Diantaranya, melakukan penghijauan lingkungan di seluruh wilayah CitraRaya; Menyediakan jalur sepeda lengkap dengan markanya; Memperbaiki rangka dasar jalan demi kelancaran dan ketertiban lingkungan; Menghemat energi listrik dengan mengganti fasilitas penerangan menjadi Light-Emitting Diode (LED); Memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber daya energi renewable dan ramah lingkungan untuk water heater; Menyediakan area jogging track yang saling bersambungan; serta, Memilah sampah menjadi organik dan anorganik yang kemudian didaur ulang menjadi kompos.

“Kami juga melakukan Water Treatment Plant untuk pengadaan air bersih,” ujar Roy Subrata selaku Sales Supervisor, ketika saya wawancara di Kantor Pemasaran.

Logo EcoCulture yang begitu mencolok dan mudah ditemui di Perumahan CitraRaya Tangerang. (Foto: Gapey Sandy)

Logo EcoCulture. (Dokpri)

Rambu yang mengatur Jalur Sepeda di Jalan CitraRaya Boulevard. (Foto: Gapey Sandy)

Rambu Sepeda. (Dokpri)

Kampanye EcoCulture. (Foto: Gapey Sandy)

Kampanye EcoCulture. (Dokpri)

Merawat penghijauan. (Dokpri)

Merawat penghijauan. (Dokpri)

Selain itu, saya melihat sendiri, sejumlah spanduk berukuran besar sengaja dipasang untuk mengingatkan semua pihak agar senantiasa menerapkan EcoCulture. Misalnya, seperti yang saya lihat ada di seberang terminal Trans CitraRaya. Spanduk itu menampilkan seorang anak kecil tengah membuang botol plastik ke wadah sampah daur ulang berwarna merah dengan tulisan We Recycle. Pesan yang disampaikan begitu jelas, yaitu: Mengurangi Sampah Dengan Daur Ulang. Salah satu cara untuk mengurangi tingkat banyaknya sampah di lingkungan tempat kita tinggal adalah dengan mendaur ulangnya secara baik dan tepat guna.

Menyaksikan langsung apa yang menjadi kebanggaan penghuni CitraRaya dengan budaya EcoCulture, saya berkesimpulan bahwa tepat sekali pihak pengembang memilih motto It’s Our Green Community. Konsep ramah lingkungan menjadikan para penghuni merasakan rumah nyaman, sekaligus bersyukur, telah memilih tinggal di CitraRaya yang hanya berjarak 5 km dari pintu keluar tol Cikupa.

Masjid Raya Park View Citraya. (Foto: Gapey Sandy)

Masjid Raya Park View CitraRaya. (Dokpri)

World of Wonders, destinasi wisata masyarakat Tangerang dan sekitarnya. (Foto: Gapey Sandy)

World of Wonders. (Dokpri)

Rumah Sakit Ciputra di CitraRaya. (Dokpri)

Ciputra Hospital. (Dokpri)

City Market di CitraRaya. (Dokpri)

City Market. (Dokpri)

Universitas Esa Unggul. (Dokpri)

Universitas Esa Unggul. (Dokpri)

Eti, warga cluster Graha Pesona menjelaskan, kesadaran warga melaksanakan EcoCulture kian menjadikan CitraRaya sebagai Perumahan Idaman di Tangerang.

“Sejak 2003 saya tinggal di CitraRaya. Segalanya serba lengkap, mulai dari sarana pendidikan, perbelanjaan, transportasi, klinik, rumah sakit, peribadatan, olahraga, hingga wisata. Bahkan, wahana pendidikan dan rekreasi keluarga, CitraRaya World of Wonders Theme Park and Water Park telah menjadi destinasi rekreasi juga wisata Tangerang dan sekitarnya,” bangga ibu dari satu anak ini.

Roy Subrata, Sales Supervisor. (Dokpri)

Roy Subrata, Sales Supervisor. (Dokpri)

Cluster Belle Fleur. (Dokpri)

Cluster Belle Fleur. (Dokpri)

Kartu Penghuni. (Dokpri)

Aman dengan Kartu Penghuni. (Dokpri)

Segera dibangun CitraRaya Business District. (Dokpri)

Lokasi CitraRaya Business District. (Dokpri)

CitraRaya yang kini memiliki 42 cluster perumahan dan 1.800 unit komersial, terus berkomitmen memenuhi kebutuhan penghuni dengan fasilitas komersial dan pendukung lifestyle.

Sederet anchor tenant bersiap hadir, misalnya Blitz Megaplex, Johnny Andrean Group (salon Johny Andrean, JCo, Roppan, dan Breadtalk), Optik Melawai Group (Optik Melawai, Sate Khas Senayan), Gramedia, dan Gubug Mang Engking. Selain itu, saya menyaksikan juga lahan dimana kelak berdiri CitraRaya Business District. Semua ini, niscaya kian menahbiskan CitraRaya sebagai magnet di wilayah Tangerang dan sekitarnya. (*)

badge_download

Iklan