Staf teller BNI tengah melayani nasabah dengan penuh keramahtamahan. (Foto: tribunnews.com)

Salah seorang staf teller BNI tengah melayani nasabah dengan senyum hangat dan penuh keramahtamahan. (Foto: tribunnews.com)

Tepat 5 Juli 2015, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berusia 69 tahun. Usia yang hanya selisih satu tahun dengan pembacaan naskah Proklamasi Republik Indonesia. Hal ini menjadikan BNI menjadi bank pertama yang terlahir pasca Kemerdekaan Indonesia. Adapun tema yang diusung dalam rangka memperingati hari jadinya kali ini adalah ’69 Tahun BNI, Berprestasi & Berbagi Untuk Negeri’.

Saat ini, BNI semakin mencatatkan kinerja dan performa keuangan yang ciamik. Pada semester I 2015, BNI berhasil membukukan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) sebesar Rp 12,3 triliun atau naik 14,0% bila dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 10,8 triliun. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh naiknya pendapatan bunga sebesar 13,8% dari Rp 15,5 triliun menjadi Rp 17,7 triliun dan stabilnya biaya dana (Cost of Fund) pada kisaran 3,2% sehingga mendorong naiknya Net Interest Margin (NIM) BNI di semester I 2015 menjadi 6,5% dari 6,0% di periode sebelumnya atau di atas rata-rata industri perbankan nasional yang berkisar 5,3%. Kenaikan pendapatan bunga bersih ini didukung pula oleh pertumbuhan kredit yang disalurkan sebesar 12,1% sehingga pada akhir Juni 2015 total kredit yang disalurkan BNI telah menyundul angka Rp 288,7 triliun.

Ketika menyampaikan Kinerja Keuangan BNI Semester I 2015, Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni mengatakan, ditengah ketidakpastian situasi ekonomi global dan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, kinerja keuangan BNI semester I 2015 masih solid. “Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pasar, pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang cukup tinggi, serta NIM yang stabil. Ini dikarenakan BNI telah mengambil langkah-langkah konservatif dan proaktif demi memperkuat fundamental keuangannya,” ujar Achmad Baiquni yang diangkat menjadi Direktur Utama BNI pada RUPS tanggal 17 Maret 2015.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni yang baru diangkat pada RUPS tanggal 17 Maret 2015 di Jakarta. (Foto: antaranews.com)

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni yang baru diangkat pada RUPS tanggal 17 Maret 2015 di Jakarta. (Foto: antaranews.com)

Saat ini, ada tiga fokus yang tengah ditargetkan BNI. Pertama, fokus untuk Penguatan Fundamental Keuangan. Sebagai langkah antisipasi terhadap situasi ekonomi terkini, BNI telah mengambil langkah konservatif – proaktif serta lebih berhati-hati dalam menangangi permasalahan kualitas kredit. Antara lain dengan melakukan langkah konservatif dalam penanganan masalah NPL dan Pre-NPL, melakukan evaluasi maupun proses yang sistematis untuk mencegah terjadinya NPL di waktu yang akan datang, serta meningkatkan cadangan pinjaman bermasalah (coverage ratio) menjadi 138,8% untuk memperkuat fundamental keuangan.

Kedua, fokus Pertumbuhan Kredit yang Berkualitas. BNI mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 288,7 triliun pada semester I 2015 atau tumbuh 12,1% dari periode yang sama tahun lalu atau sedikit diatas pertumbuhan kredit industri perbankan Indonesia yang mencapai 10,4%. Pertumbuhan kredit ini menunjukkan kondisi bisnis BNI yang solid ditengah kondisi perekonomian yang tidak menentu beberapa waktu terakhir ini.

Pertumbuhan kredit tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan pinjaman kepada BUMN yang naik 23,9% atau menjadi sebesar Rp 50,5 triliun. Sementara penyaluran pinjaman pada Usaha Menengah dan Kecil berhasil tumbuh 9,7%. Adapun pinjaman konsumer BNI per akhir semester I 2015 telah mencapai Rp 53,5 triliun atau naik 10,6% dibandingkan posisi akhir semester I 2014.

Ketiga, fokus pada Upaya Menghimpun Dana Murah. Di tengah persaingan industri keuangan Indonesia dalam mendapatkan Dana Pihak Ketiga (DPK), pada semester I 2015 ini BNI tetap fokus pada upaya menghimpun dana murah atau CASA (Current Account Saving Account). “DPK BNI semester I 2015 mencapai Rp 327,3 triliun atau tumbuh 4,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Dari total DPK tersebut komposisinya masih didominasi komponen dana murah sebesar 63,2% lebih besar dibandingkan semester I 2014 yang hanya 61,1%. Adapun pertumbuhan Deposito negatif 1,6% sejalan dengan strategi kami untuk menurunkan biaya dana dan mempertahankan margin,” jelas Achmad Baiquni yang memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Padjajaran, Bandung, dan Pasca Sarjana (S2) dari Business Management, Asian Institute of Management, Makati, Filipina ini.

Galeri ATM BNI. (Foto: tstatic.net)

Salah satu Galeri ATM BNI. (Foto: tstatic.net)

Jumlah nasabah DPK BNI juga meningkat sebesar 1,2 juta rekening atau 8,8% year on year sehingga per akhir Juni 2015 jumlah nasabah simpanan mencapai lebih dari 15 juta rekening. Tingginya jumlah nasabah ini dapat menopang kenaikan fee base khususnya dari provisi dan komisi yang naik 13,5% atau per akhir Juni 2015 mencapai sebesar Rp 2,7 triliun.

Pencapaian BNI pada 2014

Sebagai perbandingan dan untuk menatap semester II 2015, ada baiknya kita simak pencapaian kinclong dari kinerja keuangan BNI pada sepanjang tahun 2014. Laba bersih yang dibukukan sepanjang 2014 mencapai Rp 10,8 triliun atau naik 19,1%, dibandingkan pencapaian pada 2013 dengan Rp 9,1 triliun. Kenaikan laba bersih juga diikuti dengan kenaikan laba bersih per saham yaitu dari Rp 486 menjadi Rp 578. Kenaikan laba bersih ini dipicu oleh kenaikan sumber pendapatan, baik Pendapatan Bunga Bersih, juga Pendapatan Non-Bunga. Untuk Pendapatan Bunga Bersih naik 17,4% dari Rp 19,1 triliun menjadi Rp 22,4 triliun yang menunjukkkan kualitas kinerja perkreditan BNI dan tetap menjaga net interest margin (NIM) di level 6,2%, sebelumnya NIM tahun 2013 sebesar 6,1%.

Pendapatan Non-Bunga BNI sepanjang tahun 2014 juga naik 13,5% menjadi Rp 10,7 triliun. Ini didukung oleh kenaikan fee based income dari pengelolaan rekening, bisnis kartu, transaksi ATM,  dan  sumber pendapatan non-bunga lainnya. Sementara itu, meski pada tahun kemarin Bank Indonesia mengeluarkan regulasi untuk membatasi kepemilikan kartu kredit, namun bisnis kartu kredit BNI tetap eksis berrtumbuh dengan baik. Jumlah transaksi kartu kredit BNI meningkat dari 21,3 juta transaksi menjadi 23,3 juta transaksi, dengan nilai transaksi yang juga melonjak dari Rp 20,2 triliun menjadi Rp 24,7 triliun.

Tabel Kinerja Keuangan BNI untuk tahun 2013 dan 2014. (Sumber: bni.co.id)

Tabel Kinerja Keuangan BNI untuk tahun 2013 dan 2014. (Sumber: bni.co.id)

Tahun 2014, disebut-sebut sebagai tahun yang berat bagi sektor usaha karena merupakan tahun politik yang diikuti tekanan kenaikan BI Rate dan inflasi. Namun begitu, penyaluran kredit BNI tetap tumbuh bahkan hingga dua digit, tepatnya tumbuh 10,8% dari Rp 250,6 triliun menjadi Rp 277,6 triliun. Ekspansi kredit ini tentu saja ditunjang dengan strategi penyaluran melalui rantai pemasok dan pembeli dari nasabah korporasi.

Adapun komposisi kredit yang disalurkan, 71% oleh business banking yang pada umumnya disalurkan pada sektor produktif melalui delapan sektor unggulan yaitu, Minyak, Gas, dan Pertambangan; Informasi & Telekomunikasi; Kimia; Pertanian; Makanan; Ritel dan Perdagangan Besar; Kelistrikan; dan Sektor Konstruksi. Sedangkan 20% komposisi kredit dialokasikan untuk sektor konsumer dan ritel, yang dominn disalurkan untuk KPR BNI Griya yang fokus pada pembiayaan rumah pertama, dan fasilitas pembiayaan untuk memudahkan belanja dan bertransaksi. Sebesar 3,6% lagi disalurkan oleh cabang-cabang luar negeri, dan sisanya, 5,4% disalurkan oleh anak perusahaan, terutama BNI Syariah.

Semua pencapaian mengagumkan ini, menunjukkan kinerja keuangan yang solid pada tahun 2014. Meskipun, diwarnai oleh tantangan kondisi perekonomian berupa perlambatan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan gejolak perekonomian internasional.

Perbandingan capaian rasio penting BNI untuk tahun 2013 dan 2014. (Sumber: bni.co.id)

Perbandingan capaian rasio penting BNI untuk tahun 2013 dan 2014. (Sumber: bni.co.id)

Seluruh capaian gemilang ini diraih BNI melalui komitmen kuat, kerja keras dan senantiasa berorientasi pada pelanggan, serta komitmen mempersembahkan nilai yang terbaik bagi seluruh stakeholders. Lebih membanggakan lagi, pencapaian laba bersih BNI yang mencapai dua digit, dan dinilai sebagai akumulasi kerja keras semua pihak yang terlibat dan berkontribusi didalamnya.

Meski demikian, BNI akan terus menjaga dan melanjutkan trend positif pertumbuhan, tidak hanya kepada BNI saja, tapi juga bagi perusahaan group untuk mewujudkan visi sebagai BNI Financial Services.

Ya, seperti kita tahu, konsep layanan keuangan terpadu BNI atau BNI Financial Services telah sukses meraih pengakuan dunia internasional. Penghargaan yang sangat membanggakan ini diterima BNI dari Majalah Alpha Southeast Asia untuk BNI, BNI Life dan BNI Securities.

Majalah Alpha Southeast Asia memang menganugerahkan penghargaan The Best International Banking Division in Southeast Asia kepada BNI. Prestasi ini diraih karena begitu menonjolnya BNI dibandingkan bank-bank lain di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Inilah prestasi terbaik dan pertama kali diraih BNI pada tahun 2014 sebagai bank yang memiliki Divisi Internasional terbaik di Asia Tenggara.

Banner peringatan hari jadi BNI yang ke 69 tahun. (Foto: bni.co.id)

Banner peringatan hari jadi BNI yang ke 69 tahun. (Foto: bni.co.id)

Masih dari majalah yang sama, BNI juga merebut simpati global dengan meraih dua penghargaan lainnya yaitu: Pertama, The Best Trade Finance Bank in Indonesia. Penghargaan ini disampaikan karena BNI dinilai sebagai bank yang paling unggul dalam memberikan pelayanan jasa Trade Finance bila dibandingkan bank-bank lain di Indonesia. Dan memang, BNI terus memberikan jasa Trade Finance sebagai produk perbankan bertaraf internasional yang terbaik dan terdepan, sehingga mampu menciptakan kepuasan kepada pelanggan dan Counterparty. Selama lima tahun beruturut-turut (2009-2013), BNI menerima penghargaan sebagai The Best Trade Finance in Indonesia dari Alpha Southeast Asia. Semua ini membuktikan, BNI memang senantiasa melakukan penyempurnaan pelayanan tiada henti.

Kedua, BNI juga menerima penghargaan sebagai The Best Remittance Provider in Southeast Asia. Hal ini membuktikan bahwa kekuatan pelayanan Smart Remittance BNI telah semakin diakui dunia internasional. Gelar dari Alpha Southeast Asia Magazine  ini diraih BNI selama lima tahun berturut-turut, sejak 2009 hingga 2013.

Masih di ranah global, BNI terus mendulang pujian. Belum lama ini, Letter The Asian Banker Transaction Banking Awards (The Asian Banker) menyematkan predikat kepada BNI sebagai The Leading Counterparty Bank in Indonesia. Hal ini dikarenakan BNI telah menunjukkan peningkatan dalam bisnis bank to bank, baik dalam lingkup domestik maupun internasional. Hingga kini, untuk terus menunjang bisnisnya, BNI aktif dalam memperluas jaringan bank Counterparty di luar negeri, dengan tetap memperhatikan asas kehati-hatian.

The Asian Banker juga memberikan prestasi lain kepada BNI. Yaitu, predikat The Best Trade Finance Bank in Indonesia. Menurut opini mereka, dalam bidang layanan trade (perdagangan internasional), BNI sangat bagus dan teramat layak memperoleh pengakuan dari institusi internasional. Penghargaan ini merupakan kali kedua BNI memenangkannya, yaitu pada tahun 2013 dan 2014.

Logo 69 tahun BNI dengan slogan Berprestasi & Berbagi Untuk Negeri. (Foto: bni.co.id)

Logo 69 tahun BNI dengan slogan Berprestasi & Berbagi Untuk Negeri. (Foto: bni.co.id)

Kalau di ranah internasional saja BNI terus berjaya, maka sudah barang tentu hal yang sama terjadi juga di dalam negeri sendiri. Bank kebanggaan Indonesia ini merilis sederet prestasi yang diraihnya sepanjang 2014, seperti termuat dalam situs resmi bni.co.id. Termasuk, penghargaan yang diterima Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo sebagai Most Inspirational CEO BUMN 2014

Berikut, selengkapnya penghargaan sepanjang tahun 2014 yang mengagumkan sekaligus membanggakan itu:

  1. The Best Remittances Provider of the Year in Southeast Asia five years in a row and Best Cash Management Solution of The Year in Southeast Asia three years in row from Alpha Southeast Asia Magazine, in Kuala Lumpur, January 23, 2014.
  2. Gatot M. Suwondo – CEO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, was voted “Most Inspirational CEO BUMN” from “Men’s Obsession Awards 2014” in Jakarta, February 14, 2014.
  3. Indonesia Best Overall Corporate Governance, Indonesia Best for Disclosure & Transparency, Indonesia Best for Investor Relations, Indonesia Best for Shareholder’s Right and Equitable Treatment, as well as Indonesia Best for Responsibilities and Ethical Behavior of Management and The Board of Director from Asiamoney Hongkong magazine, February, 27, 2014.
  4. Best Cash Management Bank for Indonesia in Asia-Pacific Country Transaction Bank Awards from The Corporate Treasurer 2013, Singapore, April 2, 2014.
  5. Gained “A” Accreditation Certificate or ISTIMEWA from Republic of Indonesia Nasional Archives (ANRI), Jakarta May 5, 2014. BNI is the first bank to receive this accrediation.
  6. The Best Issuer in Banking Sector by Majalah Investor, Jakarta, May 8 2014.
  7. The Best Trade Finance Bank in Indonesia & The Leading Counter party Bank in Indonesia from The Asian Banker Transaction Banking Awards in 2013 and 2014, Kuala Lumpur, May 21, 2014.
  8. BNI’s Contact Center Contact won seven prestigious awards out of 8 categories at the Asia Pacific Contact Center World in Singapore, held on June 2 to 6 2014. Four of the categories that won gold were for Best Analyst, Best Contact Center Support Professional – HR, Best Help Desk, and Best in Costumer Service.
  9. Second best at the Banking Service Excellence Monitor (BSEM) 2014. An award given by Marketing Research Indonesia (MRI) on June 13, 2014.
  10. Best Issuer in Financial Sector for State Owned Bank (BUMN) from Bisnis Indonesia Award 2014, Jakarta, June 24, 2014.
  11. Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) from Indonesia MAKE Study 2014, Jakarta, July,16, 2014.
  12. The Global 2000, The World’s Largest Public Companies 2014 from Forbes Magazine, Jakarta, August, 19, 2014.
  13. The Best Local Cash Management Bank in Indonesia, The Best Local Cash Management Bank in Indonesia, The Best Overall Domestic Cash Management  Service menurut polling, dan The Best Overall Cross Border Management Service dari Majalah Asia Money di Hong Kong, 25 September 2014.
  14. Peringkat Atas Annual Report Award (ARA) 2014 bagi BNI sebagai BUMN Keuangan Listed dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan BNI untuk kategori Dana Pensiun, Jakarta, 16 Oktober 2014.
  15. The Most Reliable Bank untuk kategori bank Konvensional dengan aset diatas Rp 100 triliun dari Tempo Group dan Indonesia Banking School (IBS), Jakarta, 17 Oktober 2014.
  16. Meraih 2 medali emas untuk katagori Best Analys Contact Center dan Best Contact Center Support – HR serta medali perak untuk Best Customer Service in Mid- Size Inhouse dan Medali Perunggu untuk Best Help Desk dalam ajang Contact Center World tingkat dunia yang diselengarakan di Las Vegas, Amerika Serikat pada 10-15 November 2014. Mengagumkan, BNI Borong Empat Medali di Kompetisi Contact Center Tingkat Dunia.
  17. Meraih penghargaan sebagai bank persepsi dengan Layanan Penerimaan Negara terbaik 2014 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pada 4 Desember 2014. Dari 33 wilayah di seluruh Indonesia, BNI menjadi yang terbaik di 9 wilayah yaitu, Batam, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banjarmasin, Mamuju, Kendari, Gorontalo, Ternate, dan Manado.
Keempat finalis Contact Center World dari Bank BNI. Dari kiri ke kanan: Mohamad Rozikin, Dorta Siagian, Ida Ayu Agung Intan Lestari, Chaeruli Nasution. (Foto: Facebook BNI)

Ajang Contact Center World (10-15 November 2014) di Las Vegas, Amerika Serikat. Keempat finalis Contact Center World dari Bank BNI. Dari kiri ke kanan: Mohamad Rozikin, Dorta Siagian, Ida Ayu Agung Intan Lestari, Chaeruli Nasution. (Foto: Facebook BNI)

Foto Pemenang Medali Emas untuk katagori Best Support Professional – HR – Sdri. Ida Ayu Agung Intan Lestari.  (Foto: Facebook BNI)

Ajang Contact Center World. Foto Pemenang Medali Emas untuk katagori Best Support Professional – HR – Sdri. Ida Ayu Agung Intan Lestari. (Foto: Facebook BNI)

Bagaimana dengan prestasi yang sudah ditorehkan BNI hingga paruh pertama tahun 2015 ini? Jangan pernah mempertanyakan masalah raihan penghargaan itu. Karena, faktanya, sudah banyak prestasi yang digapai BNI, setidaknya hingga Juni 2015 ini.

Silakan simak, urutan daftar prestasi yang luar biasa berikut ini:

  1. Best Remittance Provider 6 tahun berturut-turut, Best Trade Solution of the Year in Southeast Asia 5 tahun berturut-turut, Best Payable Solution 4 tahun berturut-turut, Best Cross Border Merger & Acquisition Deal of The Year (BNI Life) and co-financial advisers (BNI Securities) serta Best Loan Deal of the Year untuk proyek Commuter Line PT Kereta Api Indonesia bersama 4 bank lainnya.
  2. Indonesia Best Overall Corporate Governance, Indonesia Best for Disclosure & Transparency, Indonesia Best for Investor Relations, serta Indonesia Best for Shareholder’s Right and Equitable Treatment dari Majalah Finance Asia.
  3. Top Brand Award untuk produk BNI Taplus Anak dan BNI Tapenas dari Majalah Marketing di Jakarta, 13 Februari 2015.
  4. Pioneer in Green Finance in Indonesia dalam SBA Award dari PricewaterhouseCoopers (PwC) dan Kadin Indonesia dan IBCSD (Indonesia Business Council for Sustainable Development), Jakarta, 25 Februari 2015.
  5. Peringkat Pertama Digital Brand of The Years dari iSentia dan Infobank untuk Produk BNI Taplus dan Kartu Debit BNI, Jakarta, 26 Maret 2015.
  6. The Asian Banker Transactional Banking Award 2015 sebagai Best Cash Management Bank in Indonesia dan Leading Counterparty Bank in Indonesia dari Majalah The Asian Banker, Hong Kong, 14 April 2015.
  7. The Most Favourite Leadership dari Indonesia Property and Bank Award (IPBA) 2015 dari Majalah Property & Bank di Jakarta, 21 Mei 2015. Diterima oleh perwakilan CMM.
  8. The Best Performance Walk in-Channel sekaligus mempertahankan Best Overall Performance Ranking Kedua berdasarkan survei Banking Service Excellence Monitor (BSEM) dari Marketing Research Indonesia (MRI) dan Majalah Infobank, Jakarta, 4 Juni 2015.
  9. Indonesia Living Legend Company Category State-Owned Bank for Countinous Innovation 2015 dari Majalah Warta Ekonomi, Jakarta, 11 Juni 2015.

Khusus untuk urutan nomor 8, yakni penghargaan yang diraih BNI sebagai The Best Performance Walk in-Channel, sekaligus mempertahankan selama tiga tahun berturut-turut peringkat kedua untuk Best Overall Performance, berdasarkan survei bertajuk Banking Service Excellence Monitor (BSEM) oleh MRI bersama Majalah Infobank, nyata-nyata menjadi prestasi sarat makna. Betapa tidak. Survei ini menempatkan BNI sebagai peringkat terbaik dalam kategori layanan Customer Service, Kenyamanan Ruangan, Peralatan Banking Hall, Toilet dan layanan ATM. Selain itu, BNI juga menduduki posisi terbaik kedua untuk performa layanan telepon dan Satuan Pengamanan (Satpam). BNI juga menempati posisi kedua untuk layanan Call Center dan Phone Banking. Survei ini, seperti dikutip dari Majalah Infobank, dilakukan selama periode 2014-2015, terhadap 21 bank yang ada di Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Bandung dan Makassar.

Foto Pemenang Medali Emas untuk katagori Best Analyst – Sdri. Dorta Siagian. (Foto: Facebook BNI)

Ajang Contact Center World. Foto Pemenang Medali Emas untuk katagori Best Analyst – Sdri. Dorta Siagian. (Foto: Facebook BNI)

Foto Pemenang Medali Bronze untuk katagori Best Help Desk – Sdr. Chaeruli Nasution. (Foto: Facebook BNI)

Ajang Contact Center World. Foto Pemenang Medali Bronze untuk katagori Best Help Desk – Sdr. Chaeruli Nasution. (Foto: Facebook BNI)

Berkaca dari prestasi yang sukses diraih ini, menjadi kian terang-benderang, bahwa BNI selalu konsisten dan penuh komitmen, untuk melakukan yang terbaik dalam melayani nasabah dengan sepenuh hati.

Dalam teori Service Excellent, kita mengenal slogan Pelayanan Prima adalah Penentu Sukses. Ini diperkuat dengan hasil kajian The Institute of Customer Care (ICC) yang berkedudukan di Inggris. Menurut ICC, perusahaan pemenang umumnya adalah perusahaan yang teramat memperhatikan kepentingan pelanggan. Mereka berhasil keluar sebagai pemenang dalam persaingan dan menjadi semakin besar, karena mampu memberikan kualitas pelayanan yang bisa melebihi kualitas pelayanan yang disuguhkan para pesaing. Bahkan, melebihi kualitas pelayanan yang juga diharapkan oleh pelanggan mereka sendiri.

Nah, dikaitkan dengan prestasi BNI yang telah terbukti memberikan layanan unggulan, terbaik dan sepenuh hati, maka apa yang dipaparkan ICC jelas menjadi kesimpulan kajian yang tak dapat dipungkiri kesahihannya. Dengan kata lain, BNI telah membuktikan itu semua. Sebut saja misalnya, strategi BNI untuk meningkatkan kemampuan Customer Service sebagai financial advisor guna memberikan solusi keuangan dan perbankan kepada setiap nasabah. Begitu pula dengan kemampuan teller dan Satpam. Mereka bukan hanya punggawa terdepan secara fisik saja, tapi juga ditingkatkan kemampuannya untuk siap dan sigap memberikan layanan yang cepat, tepat dan akurat, sekaligus berkontribusi dalam melakukan crosselling dan upselling.

Foto Pemenang Medali Silver untuk katagori Best in Customer Service Mid Size –Inhouse - Sdr. Mohamad Rozikin. (Foto: Facebook BNI)

Ajang Contact Center World. Foto Pemenang Medali Silver untuk katagori Best in Customer Service Mid Size –Inhouse – Sdr. Mohamad Rozikin. (Foto: Facebook BNI)

Profil BNI Terkini

Tak dapat disangkal, BNI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia, dimana per 30 Juni 2015 memiliki 1.775 outlet yang tersebar di 34 provinsi dan 420 kabupaten/kota. Demi melengkapi pelayanan kepada masyarakat, BNI juga mempunyai 24 Sentra Kredit Menengah (SKM), 58 Sentra Kredit Kecil (SKC), 111 Unit Kredit Kecil (UKC), dan 12 Consumer & Retail Loan Center (LNC).

Kini, BNI memiliki lima kantor cabang di luar negeri, yaitu di London, New York, Tokyo, Singapura, Hong Kong; satu sub branch di Osaka; Limited Purpose Branch di Singapura; dan satu anak perusahaan di Hong Kong yakni BNI Remittance Limited, yang secara khusus menangani transaksi kiriman uang. Remittance representative officeryang tersebar di Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Belanda dan Amerika Serikat.

Kalau sebelumnya telah disinggung mengenai performa terbaik BNI untuk layanan ATM. Maka berikut ini catatan paling aktual terkait ATM BNI tersebut. Untuk jaringan elektronik, per 30 Juni 2015, BNI memiliki 14.157 ATM yang tersebar di 34 provinsi dan 420 kabupaten/kota termasuk 6 ATM di luar negeri, yaitu 4 ATM di Hong Kong, dan 2 ATM di Singapura. Jaringan ATM itu diperkuat lagi dengan 49.933 ATM LINK, 70.825 ATM Bersama, serta 82.095 jaringan ATM Prima. Selain itu, terdapat fasilitas phone banking 24 jam BNI Call 1500046 atau melalui ponsel (021) 1500046 dan 68888, serta SMS Banking dan BNI Internet Banking http://www.bni.co.id untuk kebutuhan transaksi perbankan dengan ratusan fitur transaksi.

BNI memiliki 14.082 ATM yang tersebar di 34 provinsi dan 420 kabupaten/kota termasuk 6 ATM di luar negeri. (Foto: Facebook BNI)

Per 30 Juni 2015, BNI memiliki 14.157 ATM yang tersebar di 34 provinsi dan 420 kabupaten/kota termasuk 6 ATM di luar negeri. (Foto: Facebook BNI)

Kepada nasabah dari kalangan institusi bisnis, BNI menyediakan layanan cash management secara online, trade finance, perdagangan internasional (ekspor/impor) dan remittance/pengiriman uang, yang didukung oleh jaringan cabang luar negeri dan 1.675 koresponden di seluruh dunia, baik bank maupun non bank. Untuk memperluas jaringan usahanya dan memberikan layanan keuangan terpadu, khususnya di industri keuangan, BNI memiliki 4 anak perusahaan, yaitu BNI Syariah (perbankan syariah), BNI Life (perasuransian), BNI Securities (pasar modal), dan BNI Multifinance (pembiayaan).

Akhirnya, boleh dibilang, kinerja dan performa BNI yang senantiasa kinclong dan sarat prestasi, akan semakin memudahkan target BNI pada 2020, untuk bukan hanya menjadi induk usaha (holding) perusahaan keuangan, tapi juga menjadi pusat keuangan (financial center) di Indonesia dimana setiap lini bisnisnya didukung fundamental ekonomi yang kokoh.

Dengan menggelorakan ‘Semangat 46’ yakni ‘Semangat melayani bangsa adalah perjalanan tanpa akhir’, kita berharap kiranya BNI terus bergelimang prestasi, begitupun dengan seluruh targetnya semoga juga dapat terwujud. Insya Allah.

o o o O o o o

Iklan