Papan reklame #AQUA242 yang penulis jepret di sisi jalan tol Dalam Kota Jakarta menuju ke arah Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Gapey Sandy)

Papan reklame #AQUA242 yang penulis potret di sisi jalan tol Dalam Kota Jakarta menuju ke arah Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Gapey Sandy)

Para penggemar band Green Day kecewa. Pasalnya, sang vokalis, Billie Joe Amstrong gagal tampil pada acara MTV Video Music Award. Usut punya usut, rupanya Billie harus dilarikan ke rumah sakit. Pendiri dan pentolan band beraliran rock alternatif asal Amerika Serikat ini meradang terserang dehidrasi. Hah, dehidrasi?

Dari perspektif medis, dehidrasi berarti gangguan pada keseimbangan cairan atau air dalam tubuh. Bagi kita yang awam, wajar dong kalau merasa heran, mengapa orang setenar dan sekaya-raya Billie, bisa kena dehidrasi? Aneh. Apa tak ada waktu bagi Billie untuk menyuruh pembantunya membeli sepuluh karton botol air mineral sekaligus untuk persediaan? Atau mungkin, saking sibuknya bermusik, ia alpa mengontrol pola minum?

Gara-gara Billie dehidrasi, para penggemar Green Day di Bologna, Italia ikut merasakan dampaknya. Mereka kecewa, lantaran band yang telah menelurkan 11 album ini juga membatalkan konser di “Negeri Pizza” itu. Ya, dehidrasi membuat jadwal manggung Billie buyar. Pria kelahiran Oakland, 17 Februari 1972 ini harus menanggung derita layaknya pasien influenza. Ia merasakan demam, kepala pusing, seluruh persendian badan terasa sakit, dan (maaf) muntah berkelanjutan.

Apa yang dialami Billie pada tiga tahun lalu itu kian menguatkan fakta, bahwa efek dehidrasi bisa sampai sebegitu parah. Siapa saja, tak peduli usia, latarbelakang ekonomi dan profesi, bisa terserang dehidrasi. Itulah mengapa, tak boleh menganggap remeh dehidrasi. Apalagi kalau dampaknya sudah parah, dan butuh segera tindakan medis seperti dialami Billie.

Dehidrasi bisa disebabkan karena banyak hal. Mulai dari demam, suhu lingkungan yang panas, terlalu lama berolahraga, muntah, diare, peningkatan frekuensi buang air kecil dikarenakan infeksi, kendala kesulitan air minum, kondisi koma, hingga akibat luka bakar.

Terkait suhu lingkungan yang panas, akhir Mei kemarin, dunia tersentak akibat banyaknya jatuh korban jiwa di India. Kabar berita menyebutkan, lebih dari 1.100 orang meninggal dunia akibat dehidrasi lantaran terpapar gelombang panas yang suhunya mendekati 50 derajat Celsius. Saking panasnya, aspal di jalan raya meleleh bahkan membuat garis-garis putih lurus zebra cross menjadi tak beraturan.

Warga Karachi, Pakistan, mendapat pasokan minuman gratis dari sukarelawan Selasa, 23 Juni 2015. (Foto: Akhtar Soomro/Reuters)

DEMI CUKUPI HIDRASI DAN CEGAH DEHIDRASI. Warga Karachi, Pakistan, mendapat pasokan minuman gratis dari sukarelawan Selasa, 23 Juni 2015, menyusul terpaan gelombang panas yang melanda negeri mereka. (Foto: Akhtar Soomro/Reuters)

Hal yang hampir sama terjadi di Provinsi Sindh, Pakistan Selatan, Juni kemarin. Gelombang panas hingga 45 derajat Celsius, dikabarkan telah menewaskan lebih dari 200 orang. Hampir semuanya mengalami dehidrasi, demam juga sakit perut, akibar suhu yang tinggi. Kondisi ini diperburuk dengan putusnya aliran listrik, karena lonjakan penggunaan daya—khususnya pendingin ruangan—yang luar biasa besar.

Begitu dahsyatnya efek dehidrasi!

Gejala-gejala dehidrasi, biasanya muncul rasa haus yang teramat sangat, jumlah air seni berkurang, merasa kacau, tidak fokus dan lekas marah, lemas pusing, diare, bibir kering, air mata dan keringat menjadi lebih sedikit, jantung berdebar-debar.

Nah, pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan orang yang berpuasa, apakah rentan juga terserang dehidrasi? Maklum, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tiada boleh makan dan minum. Memang, sebagai penduduk Indonesia, kita wajib bersyukur karena durasi puasa ‘hanya’ sekitar 12 hingga 13 jam saja. Bandingkan dengan mereka yang misalnya tinggal di Aarhus, kota terbesar kedua di Denmark, yang rentang waktu puasanya hingga 20 jam. Di sana, sahur pada jam 02.15 waktu setempat, dan berbuka puasa ketika sudah jam 22.15. Artinya, hanya tersisa waktu empat jam untuk masa buka puasa dan shalat tarawih.

Baiklah, tulisan ini tidak akan membahas bagaimana bila menjalani puasa dengan waktu yang ekstrem seperti di Aarhus. Karena, adab fiqih terkait puasa dengan kondisi tempat dan waktu yang seperti itu, toh berlaku keringanan atau rukhsah puasa.

Di Indonesia, dengan durasi waktu tidak makan dan minum hingga 13 jam, hampir tak pernah dijumpai kasus, dimana ada orang berpuasa Ramadhan lalu mengalami dehidrasi. Setidaknya penulis belum pernah menemukan kasus seperti ini. Meskipun kasus seperti itu bukan berarti sebuah kemustahilan. Karena itu, demi menghindari serangan dehidrasi, berpuasa yang baik tentu harus mempertimbangkan pola minum yang juga baik.

Dalam wawancara dengan penulis, Widyanti Wulandari, penulis buku Food Combining – Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah mengatakan, ada tiga hal yang dapat dilakukan agar terhindar dehidrasi. Pertama, tentu harus cukup minum air putih. Kalau biasanya, minum setidaknya 8 – 10 gelas per hari, mungkin selama puasa berkurang sedikit, namun tetap dijaga setidaknya minimal 8 gelas per hari.

Urgensi Cukupi Hidrasi dengan asupan air putih yang memiliki banyak kandungan manfaat. (Foto: tipskutri.blogspot.com)

Urgensi Cukupi Hidrasi dengan asupan air putih yang memiliki banyak kandungan manfaat. (Foto: tipskutri.blogspot.com)

Kedua, seperti disebutkan di atas, kita menghindari minuman yang berefek diuretik, semisal teh dan kopi. Ini untuk mencegah agar cairan tubuh kita tidak terkuras. “Ketiga, jangan lupa, buah dan sayur segar juga mengandung air, maka limpahi tubuh dengan buah dan sayur segar,” ujarnya.

Mengomentari minum air putih dengan pola 2+4+2 — artinya, 2 gelas ketika berbuka puasa, 4 gelas ketika malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur —, seperti yang selalu dikampanyekan Danone AQUA sebagai pelopor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia, Widyanti menganggap pola demikian adalah baik-baik saja.

Pada dasarnya pengaturan minum air putih dengan pola 2+4+2 ini membantu agar kita mudah memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan. Jadi, buat saya, oke-oke saja. Upayakan juga minum dalam jumlah banyak sebelum makan, atau dalam kondisi perut kosong. Jeda sesaat barulah kemudian makan. Ini memudahkan kita merasa nyaman, perut tidak sebah atau berat. Berbeda rasanya jika kita minum dalam jumlah besar, atau lebih dari setengah gelas, justru setelah makan, apalagi makan besar. Perut akan terasa berat, lagipula, makanan yang baru saja kita makan akan sulit tercerna, karena efektifitas enzimnya berkurang,” urai Widyanti.

Sementara itu, menurut ahli gizi, Dr Wita SpGK, orang berpuasa mudah mengalami dehidrasi apabila banyak melakukan aktvitas di luar ruangan, banyak mengonsumsi makanan berkadar garam tinggi, dan minum-minuman diuretik semisal kopi dan teh.

“Minuman diuretik tidak dianjurkan untuk dikonsumsi ketika sahur. Karena, minuman jenis ini akan membuat kita sering buang air kecil. Tentunya, ini sangat merugikan tubuh yang kontinyu kehilangan cairan tubuh,” jelasnya.

Kebanyakan tidur ketika berpuasa, juga dapat memicu dehidrasi. Meskipun tidurnya orang puasa dinyatakan sebagai pahala, tetapi kalau berpuasa hanya diisi dengan banyak tidur, justru mengakibatkan tubuh menjadi lemas akibat kehilangan banyak cairan ketika tertidur.

Penelitian kardiolog asal Amerika Serikat, Dr James M. Rippe makin membenarkan perkara kekurangan cairan tersebut. Pasalnya, James menyarankan untuk minum air paling sedikit satu liter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Alasannya, kehilangan 4 persen cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja sebanyak 22 persen. Wow, banyak sekali dampaknya! Bisa dibayangkan kalau tubuh justru kehilangan 7 persen cairan, efeknya jelas akan membuat lemah dan lesu.

Air putih memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk tubuh. (Foto: otak-gadget.blogspot.com)

Air putih memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk tubuh. (Foto: otak-gadget.blogspot.com)

Dalam sebuah diskusi Ahli Gizi dan Ketua Indonesian Hydration Working Group, Dr dr Saptawati Bardosono MSc juga menyampaikan hal senada. “Setiap hari, tubuh ini kehilangan air sebanyak dua liter. Kehilangan cairan ini harus diganti dengan cara minum air sebanyak 2 liter juga, atau 8 delapan gelas per hari. Selain itu, selama berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola konsumsi karena pembatasan waktu makan dan minum. Nah, kalau tidak diwaspadai, hal ini rentan untuk kesehatan, karena tubuh bisa kekurangan asupan air dan nutrisi yang dibutuhkan,” ujarnya.

Dr Saptawati mengingatkan, untuk bersegera minum air putih ketika berbuka puasa. “Karena saat puasa, kita pasti mengalami dehidrasi ringan, konsentrasi juga biasanya berkurang. Urine pun sedikit dan agak keruh warnanya,” katanya lagi.

Semakin paham, bahwa dengan meminum air putih yang cukup, terutama dengan mengikuti pola 2+4+2, ketika berbuka, malam hingga menjelang tidur, dan sahur, maka tubuh akan tetap fit dan terhindar dehidrasi. Ya, minum air putih adalah yang terbaik. Karena secara alamiah, air putih mengandung mineral. Tidak mengandung pemanis (kalori), pewarna apalagi pengawet.

Selain menjaga tubuh tetap bugar dan anti dehidrasi, masih banyak lagi lho manfaat minum air putih. Baru-baru ini abcnews.go.com merilis lima manfaat diantaranya, yaitu: Pertama, memperbaiki mood. Ketika tubuh tidak terhidrasi dengan baik, pembuluh darah akan melebar. Ini akan memicu pembengkakan dan memperburuk sakit kepala. Sebuah studi menunjukkan, peningkatan konsumsi air harian bisa mengurangi intensitas sakit kepala yang berujung pada perbaikan mood. Untuk itu, tetaplah meminum air putih sebanyak 2 liter per hari walaupun di bulan puasa, tentu dengan pola 2+4+2.

Kedua, menyeimbangkan cairan tubuh. Lebih dari setengah tubuh manusia berisi cairan. Air membantu fungsi penting dalam menjaga suhu tubuh, melindungi organ-organ, dan membantu melancarkan pencernaan.

Ketiga, mengontrol berat badan. Umumnya, orang lapar akan langsung mengonsumsi makanan secara berlebihan. Akan tetapi, coba ubah kebiasaan itu. Jika lapar, cobalah untuk minum air putih. Jika lapar langsung hilang, maka bisa dipastikan rasa lapar itu hanyalah alarm rasa haus. Untuk itu, alangkah baiknya minum segelas air putih dahulu, saat berbuka puasa untuk menghindari makan berlebihan.

Kampanye dan sosialisasi #AQUA242 yang sarat manfaat demi cukupi hidrasi. (Foto: #AQUA242)

Kampanye dan sosialisasi #AQUA242 yang sarat manfaat demi cukupi hidrasi. (Foto: #AQUA242)

Keempat, mencegah risiko serangan jantung. Mengonsumsi air merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan jantung. Sebuah studi menunjukkan, meminum air putih lebih banyak dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner.

Kelima, jadi lebih cepat berpikir dan bertindak. Menurut sebuah penelitian, meminum air bisa membantu seseorang untuk jadi lebih cepat berpikir dan bertindak.

Cerdasnya Iklan #AQUA242 dan #AdaAQUA

Semua paparan di atas, terkait pola asupan air putih yang tepat, yakni 2+4+2. Pada bulan suci Ramadhan, hal ini semakin digencarkan sosialisasinya oleh produsen Danone AQUA, melalui iklan above dan below the line.

Pada above the line, iklan seruan mengonsumsi air mineral AQUA kerap ditayangkan di layar kaca televisi. Beberapa lainnya berupa web video series di channel Youtube. Sedangkan yang below the line, iklan AQUA 242 juga sudah terlihat di banyak media cetak, dan billboard di ibukota. Salah satunya yang sempat penulis lihat adalah di dekat jalan layang arah dari tol dalam kota menuju bandara Soekarno-Hatta. Wajah presenter kondang Ferdi Hasan ada di sana dengan slogan #AQUA 242. Adapun tagline yang diusung sangat konsisten, yakni: “Cukupi kebutuhan air putih di bulan puasa”. Sebuah pesan sederhana, namun sarat makna.

Adegan iklan #AQUA242 - Feri Hausan Kurang Minum Saat Sahur. (Foto: #AQUA242)

Adegan iklan #AQUA242 – Feri Hausan Kurang Minum Saat Sahur. (Foto: #AQUA242)

Adapun pada serangkaian iklan #AQUA242 yang muncul di Youtube, penulis teramat mengapresiasi gaya penyampaiannya yang ringan, humoris tapi langsung ke sasaran atau pesan yang ingin dibenamkan ke imaji pemirsa. Saksikan saja misalnya iklan berjudul #AQUA242 – Feri Hausan Kurang Minum Saat Sahur. Dari judulnya saja, penulis sudah mesam-mesem sendiri, lantaran membaca nama Feri Hausan yang merupakan pelesetan dari Ferdi Hasan. Adegan iklannya lebih kocak lagi, Feri Hausan yang kurang minum ketika sahur digambarkan mengalami gejala-gejala dehidrasi (pada bulan puasa) seperti yang diungkapkan di bagian atas tulisan ini. Diantaranya, lemah, lesu, tak bergairah, kurang konsentrasi, terus menguap, dan air mata yang terkuras. Akibatnya, seisi kantor Feri Hausan menjadi ikut kena getahnnya. Digambarkan bahkan sampai kebanjiran lantaran ‘hujan’ air mata. Hahahaaa … sungguh iklan yang sangat eye catching, dan pesan yang ingin disampaikan pun cepat terbenam dalam benak pemirsa.

Iklan #AQUA242 – Feri Hausan Kurang Minum Saat Sahur ini juga memiliki episode lanjutannya, yakni #AQUA242 – Feri Hausan Kurang Minum Saat Berbuka Puasa. Untuk iklan lanjutannya ini, Feri Hausan yang kurang minum ketika berbuka puasa tiba-tiba menjadi lemah, lesu dan tertidur di meja makan. Teman-temannya yang panik mengira Feri Hausan pingsan. Kepanikan yang kocak akhirnya membuat seisi rumah makan tersebut menjadi heboh. Di ujung tayangan, kembali tagline disampaikan secara konsisten dan elegan: “Cukupi hidrasimu di bulan puasa”, lengkap dengan pola minum air putih 2+4+2.

Iklan web video lainnya berjudul Toni Soehari Tidak Minum #AdaAQUA. Iklan yang dibintangi aktor komedi Ringgo Agus Rahman. Tayangan di Youtube-nya, Ringgo alias Toni Soehari hendak mencatat sejarah dengan menjejakkan kaki di Planet Mars. Ketika hendak mendarat, Toni ditawari minum air putih AQUA, tapi ia menolaknya dengan alasan tidak merasa haus. Akibatnya fatal, ketika baru saja hendak melompat dari tangga pesawat luar angkasa, disaksikan banyak pemirsa tivi di bumi, ia justru jatuh terjerembab. Sadar dirinya kurang hidrasi, Toni Soehari berujar tagline yang sudah menjadi ikon AQUA, yakni “Ada AQUA”? Dilanjutkan dengan wajah plongo Toni Soehari lengkap dengan tulisan: “Kurang minum menurunkan konsentrasi dan fokus”.

Tak usah berpikir-pikir panjang mengartikan message dari web-video series AQUA ini. Semua pesan sangat familiar dan mudah untuk dipahami, baik yang berkenaan dengan mencukupi hidrasi di bulan puasa, maupun di luar Ramadhan.

Ya, lagi-lagi semua itu mengingatkan betapa pentingnya mencukupi hidrasi, apalagi di bulan puasa ini.

Adegan iklan Toni Soehari Tidak Minum #AdaAQUA. (Foto: #AdaAQUA)

Adegan iklan Toni Soehari Tidak Minum #AdaAQUA. (Foto: #AdaAQUA)

Hasti Dewi dalam bukunya The Secret of Water – Sejuta Manfaat Untuk Hidup Lebih Sehat menyebutkan beberapa masalah, yang dapat terjadi bila hidrasi tidak cukup, atau bila tubuh kekurangan asupan air putih dalam tubuh. Diantaranya, mudah terserang penyakit jantung. Menurutnya, jika malas minum air putih, kerja jantung akan ikut terganggu. Biasanya, jika seseorang malas minum air putih, ia justru memenuhi kebutuhan cairannya dengan minuman lain, seperti soft drink, teh, kopi, atau minuman berenergi. Padahal, fungsi air putih dan minuman lain tersebut berbeda. Akibatnya, pembuluh pada jantung akan menebal, yang membuat aliran darah melewati jantung pun ikut terganggu. Bahkan bisa saja, jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh karena memiliki pembuluh yang kelewat tebal.

Penelitian yang dilakukan Loma Linda University, California, menegaskan indikasi potensi serangan jantung bila hidrasi kurang tercukupi. Hasil riset menunjukkan, seseorang yang mengonsumsi air putih kurang dari 2 gelas per hari dan lebih banyak minum minuman ringan, memiliki risiko terserang penyakit jantung lebih tinggi, ketimbang mereka yang mengonsumsi air putih, 5 gelas per hari.

Tentu, akan semakin baik, bila konsumsi air putihnya, sesuai pola 2+4+2, di bulan puasa.

Ancaman serangan jantung karena kurang hidrasi, kemudian erat kaitannya dengan risiko serangan stroke. Artinya, jika penyakit jantung sudah diderita, maka serangan stroke pun akan lebih mudah lagi menyerang. Begini penjelasannya. Darah yang harusnya dipompa jantung dan membawa oksigen tiba-tiba berhenti bekerja. Ini diperparah dengan sifat darah yang sudah mengental karena kekurangan air. Akibatnya, suplai darah dan oksigen ke otak terhambat. Sel-sel dalam otak akan mati dan menyebabkan penderita sulit untuk mengatur kerja organ tubuhnya secara sadar. Misalnya, tangan, kaki, mulut, dan beberapa organ gerak lainnya tidak bisa menjalankan tugas secara normal.

Segera, Cukupi Hidrasi dengan AQUA

Penulis, sangat mendukung kampanye dan sosialisasi #AQUA242. Rasanya, tak ada cara lain yang lebih baik, demi menjaga kesehatan kita semua, selain mengingatkan urgensi cukupi hidrasi. Apalagi di bulan puasa seperti ini. Bahkan Nabi Muhammad saw pun memberi teladan yang sangat baik, termasuk masalah hidrasi ini. Beberapa hadis menerangkan hal tersebut, diantaranya Anas ra berkata, “Rasulullah saw selalu berbuka dengan beberapa biji kurma yang baru masak sebelum shalat. Apabila tidak ada biji kurma yang kering, maka beliau meneguk air beberapa teguk.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

Begitulah, air memang hampir mendominasi seluruh organ tubuh. Tubuh orang dewasa terdiri dari 60% hingga 70% air. Bahkan untuk anak kecil, air dalam tubuhnya bisa mencapai 80% dari keseluruhan berat tubuh. Setiap organ tubuh membutuhkan asupan air untuk bisa bekerja dengan baik. Darah misalnya, memiliki kandungan air mencapai 90% dari komponennya, otak 83%, ginjal 82%, hati 83%, otot 75%, paru-paru 80%, jantung 79%, dan bahkan tulang — yang bentuknya keras dan tak kita duga — juga punya kandungan air 22%. Betapa banyak bukan, kandungan air dalam tubuh ini.

Cukupi hidrasi dengan asupan air putih. (Foto: #AdaAQUA)

Cukupi hidrasi dengan asupan air putih. (Foto: #AdaAQUA)

Alhasil, tiada alasan lain untuk menyepelekan kebutuhan hidrasi. Air putih adalah yang terbaik. Dan yang terbaik, tentu saja AQUA. Karena AQUA berasal dari sumber mata air yang terpilih dengan segala kemurnian dan kandungan mineral alami yang terpelihara. Selain itu, Gerakan AQUA Lestari yang dilaksanakan Divisi Corporate Social Rsponsibility (CSR) juga sangat baik. Terbukti, ketika rombongan blogger dari Kompasiana berkunjung ke AQUA Plant Ciherang (APC), Caringin, Bogor, Jawa Barat, pada 25 April 2015, terlihat betapa tercipta keharmonisan dengan lingkungan dan alam. Misalnya, kerjasama APC dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) untuk melakukan restorasi hutan dan pembinaan masyarakat sekitar, melakukan konservasi Berbasis Ekonomi Masyarakat (ko-BEM), dan masih banyak lagi.

Akhirnya, Ingat Sehat, ya Ingat AQUA. Ingat Hidrasi, ya juga Ingat AQUA.

#AdaAQUA?

o o o O o o o

  • Tulisan ini berhasil terpilih sebagai satu dari lima juara favorit (juara ke-4) lomba blog AQUA 2+4+2 yang diumumkan pada Senin, 10 Agustus 2015. Salah satu jurinya adalah Leila S Chudori, wartawan senior dan novelis.
Iklan